Mie Ayam Sendowo Pak Wiyono (Jogja): Kenikmatan Porsi Kuli Berpadu Sensasi Kriuk Bakso Goreng

Sepertinya setiap mahasiswa UGM sektor barat (kampus UGM sisi barat Jl. Kaliurang) tau tempat ini. Dan meskipun saya penghuni sektor timur tetapi sempat dekat dengan seorang mahasiswi yang berkampus di sektor barat (curhat mode: on) jadi saya tahu tempat makan yang termasuk legenda mahasiswa ini.

Advertisements

Tahu Lontong Blora Bu Pudji (Jogja): Sepiring Blora di pojok Jogja

Saya sengaja mampir ke warung yang pertama kali saya kunjungi sekitar 12 tahunan yang lalu. Tepatnya ketika SMA. Tapi kali ini agak berbeda, karena saya ditrmani seorang dosen muda yang baru saja pulang dari Jepang dan rindu masakan tradisional. Berhubung dia berasal dari Cepu yang notabene termasuk dalam kabupaten Blora, maka saya ajak mampir ke warung ini sekaligus bisa saya interogasi tentang orisinalitas rasa. 😁😁😁

Pertama masuk ke warung yang berada sekitar 500 meter sebelah timur stasiun Lempuyangan ini adalah tidak banyak berubah, bahkan sejak pertama kalinya saya ke sini. Satu-satunya perubahan paling kentara adalah harga yang naik (untuk ini jangan salahkan pedagang, tetapi salahkanlah inflasi dan sistem ekonomi kapital).

Sebuah Kemenangan Besar

Lebaran hari ketiga. Tepatnya 08 Juli 2016. Hari Jum’at. Dan saya baru ingat untuk ngetik lagi karena stok bahan tulisan yang menumpuk selama hampir empat bulan sejak terakhir saya ngetik di sini.

Layaknya orang kebanyakan, sayapun memanfaatkan momen fitri ini sebagai kambing hitam permohonan maaf atas ketikan yang mungkin menyinggung sekaligus alasan kemalasan saya dalam berkata-kata. Tetapi yakinlah jika permohonan maaf ini sejujurnya murni dari lubuk hati. Percayalah. Jadi saya mohon… maafkanlah.

Untuk kedepan jika memang dirasa ada yang kurang pas atau bahkan menyinggung karena keterbatasan saya dalam berkata-kata ataupun menilai rasa, yakinlah itu hanya sebuah perspektif yang sangat subyektif dari saya.

Terimakasih.

Tabik.

^_^

Rumah Makan Sabar Menanti (Jogja): Legenda Pecel Lele di Kota Istimewa

Adalah Ibu Wasuti yang secara tidak langsung mengingatkan saya untuk kembali menulis pengalaman saya dalam bertamasya rasa setelah sekian lama terlena bermain dengan lele di kolam setelah saya makan pecel lele di rumah makan milik beliau. Sekitar beberapa hari yang lalu saya menemani seorang teman dari Solo yang menganggap dirinya hobi bertamasya rasa tapi ternyat belummpernah singgaj di rumah makan yang melegenda ini 😂😂😂