Tahu Pojok (Magelang): Kesan Pertama Sang Legenda

Jujur saya merasa alpa ketika tempat ini sampai luput dari target saya bertamasya rasa. Untungnya beberapa waktu lalu seorang mantan manajer tim sepakbola kota Jogja mengajak saya untuk mampir di warung yang terletak di jalan Tentara Pelajar ini.

Advertisements

Sate Kere Pak Panut (Jogja): Sang Pelopor yang Layak Diacungi Jempol

Kancilen sampe menjelang subuh gegara nervous kepikiran acara nanti sore membuat saya malah produktif dan kembali nge-blog. Akhir-akhir ini memang kegiatan saya sedang full sampai banyak materi tamasya rasa yang teronggok begitu saja. Maafkan.
Tersebutlah sesosok Pak Panut yang bukan bakul angkringan di dekat kampus saya dulu. Pak Panut yang ini merupakan generasi kedua penerus usaha sate kere di Jalan Godean yang (ternyata) kurang terkenal, padahal dari orang tua beliaulah cikal bakal sate kere di sepanjang jalan Godean berasal.

Pengalaman lebih dari 30 tahun menjadikan sebuah kesempurnaan formasi bumbu ketumbar dengan gula kelapa yang lebur bersama kecap. Dan ketika dibakar menjadi aroma yang sangat khas.Sebuah aroma smokey yang sempurna. 

Tetapi itu belum terlalu sempurna jika belum beradu dengan gurih santan encer dari sayur tempe ndeso yang selalu menjadi tokoh pendamping dalam seporsi sate kere Godean ini.

Tahu Lontong Blora Bu Pudji (Jogja): Sepiring Blora di pojok Jogja

Saya sengaja mampir ke warung yang pertama kali saya kunjungi sekitar 12 tahunan yang lalu. Tepatnya ketika SMA. Tapi kali ini agak berbeda, karena saya ditrmani seorang dosen muda yang baru saja pulang dari Jepang dan rindu masakan tradisional. Berhubung dia berasal dari Cepu yang notabene termasuk dalam kabupaten Blora, maka saya ajak mampir ke warung ini sekaligus bisa saya interogasi tentang orisinalitas rasa. 😁😁😁

Pertama masuk ke warung yang berada sekitar 500 meter sebelah timur stasiun Lempuyangan ini adalah tidak banyak berubah, bahkan sejak pertama kalinya saya ke sini. Satu-satunya perubahan paling kentara adalah harga yang naik (untuk ini jangan salahkan pedagang, tetapi salahkanlah inflasi dan sistem ekonomi kapital).