Balada Serabi ala Jogja

Sehabis nulis tentang Serabi Kocor saya malah jadi sentimentil sendiri. Mengenang Mbah Rambat yang telaten, baik, dan njawani membuat saya berkaca sekaligus mikir. Bagi saya Mbah Rambat adalah legenda kuliner jogja meski bagi beberapa orang beliau hanyalah pedagang serabi kocor biasa. Sedih memang melihat fenomena kuliner di Jogja belakangan ini. Banyak bermunculan pangan trendi yang kekianian dan bagi saya kurang ada “soul” nya. Di sisi lain sangat sedikit atau bahkan tidak ada Mbah Rambat – Mbah Rambat lain yang dengan telaten nguri-uri kebhinekaan pangan kita.
Ah…tapi siapa saya dan apa yang bisa saya lakukan? Saya hanya tukang ketik yang hobi mengomentari tanpa tindakan langsungnuntuk merubahnitu. Maaf.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s