Inovasi Slaptick

Dini hari tadi saya baru sampai rumah. Hampir semalaman saya ngobrol dengan soorang teman pemegang sekaligus yang dipasrahi resep Gudeng Manggar. Sepertinya beliau masih keturunan langsung Ki Ageng Mangir.
Sejenak lupakan mengenai Gudeg Manggar yang tidak akan saya bahas kali ini. Lagi-lagi saya terusik dengan tema obrolan semalam mengenai inovasi dan berbagai fenomena yang terjadi di dunia kuliner beberapa waktu terakhir.

Tersenyum saya ketika melihat gerobak ronde yang setiap malam mangkal di depan RSUP dr. Sardjito, pasalnya di gerobak tertulis “WEDANG RONDE RASA JAHE”.
Adalah Pak yang menjadi dalang senyum saya barusan. Beliau salah satu figur kesederhanaan bagi saya, yang melestarilan salah satu icon kuliner nusantara. Lepas dari masalah rasa, sayapun bertanya dalam hati. Mungkinkah remaja masa kini memiliki pemahaman bahwa ronde itu pasti rasa jahe. Atau jangan-jangan ada yang beranggapan bahwa itu inovasi kuliner kekinian yang wajib difoto dan diupload ke sosial media untuk mempertegas eksistensi diri tanpa memaknai apa esensi dari yang dikonsumsi.
Ah, lagi-lagi saya terlalu gacor berasumsi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s